Ekonomi Berbasis Lahan
Menilai kesesuaian lahan dan komoditas untuk meningkatkan hasil serta memperkuat akses pasar.
- Pemetaan lahan produktif
- Kesesuaian komoditas dan input
- Peningkatan produksi hingga pasar
Dari produksi yang sudah berjalan hingga peluang pengembangan kawasan, IDESA menyajikan dasar informasi bagi perusahaan untuk membangun kerja sama produktif bersama desa.
Infrastruktur informasi untuk menjembatani aktivitas ekonomi riil dengan keputusan usaha.
Aktivitas produksi dan nilai ekonomi dapat dicatat.
Asal data dan asumsi dapat ditelusuri kembali.
Data membantu menilai kelayakan dan kebutuhan usaha.
“IDESA adalah infrastruktur informasi ekonomi yang mengubah aktivitas produktif desa menjadi data usaha yang terukur, dapat diperiksa, dan berguna bagi keputusan komersial.”
Data membantu memahami usaha berjalan, hambatan produktivitas, kebutuhan penanganan, kapasitas masyarakat, serta peluang kerja sama. PT Sarva Mawa Tara menjadi mitra strategis pelaksanaan kegiatan ekonomi desa.
Satu tujuan: membangun kegiatan ekonomi desa yang produktif melalui kerja sama yang memiliki dasar kebutuhan dan pelaksanaan nyata.
Menilai kesesuaian lahan dan komoditas untuk meningkatkan hasil serta memperkuat akses pasar.
Digitalisasi pencatatan usaha, monitoring produksi, dan akses konektivitas bagi kawasan ekonomi desa.
Memperbaiki efisiensi air sebagai faktor penentu kontinuitas produksi dan biaya operasional.
Menghubungkan Karang Taruna dan pemuda desa dengan pekerjaan serta unit usaha penunjang.
Setiap data memiliki peran: menjelaskan apa yang tersedia, berapa aktivitas ekonomi yang sedang berlangsung, apa hambatannya, dan apa yang memungkinkan untuk dikembangkan.
Produksi, penjualan, biaya, usaha aktif, rantai pasok.
Jenis tanah, air, status lahan, iklim, dan kecocokan komoditas.
Hasil aktual, gap produksi, musim, input, dan potensi pengolahan.
Ketersediaan, distribusi, kualitas, kehilangan air, dan konektivitas.
Tenaga kerja, keterampilan, kebutuhan operator, dan usaha lokal.
Calon mitra, pasar, kebutuhan modal dan peran operator.
Sawah produktif, tegalan dan pekarangan di eks-Karesidenan Banyumas, serta kayu cepat panen. Ubah asumsi untuk melihat selisih nilai produksi bruto—bukan proyeksi laba investasi.
Pilih jenis lahan dan komoditas. Khusus pekarangan, luas dinyatakan dalam m². Harga yang belum memiliki sumber resmi diberi label asumsi ilustratif.
Kesesuaian lahan harus diverifikasi untuk tiap petak.
Referensi budidaya ↗Angka merupakan ilustrasi. Hasil, harga, biaya, dan risiko harus diverifikasi sebelum pengambilan keputusan usaha.
Fokus kurasi: eks-Karesidenan Banyumas (Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara). † harga acuan 2025/2026 bersumber; * harga ilustratif awal, bukan harga transaksi terkini. Harga, produktivitas dan kesesuaian tetap perlu survei lahan serta pembeli.
| Komoditas | Harga/kg |
|---|---|
| Kapulaga lokal — buah basah1×/th | Rp12.000 */kg |
| Jahe — rimpang segar1×/th | Rp18.000 */kg |
| Kunyit — rimpang segar1×/th | Rp8.000 */kg |
| Kencur — rimpang segar1×/th | Rp22.000 */kg |
| Cabai rawit — segar2×/th | Rp35.000 */kg |
| Jagung — pipilan kering2×/th | Rp5.000 */kg |
| Kacang tanah — polong kering2×/th | Rp12.000 */kg |
| Singkong — umbi segar1×/th | Rp1.800 */kg |
| Serai wangi — minyak suling1×/th | Rp214.294 †/kg |
| Nilam — minyak suling1×/th | Rp853.472 †/kg |
| Kopi robusta — biji1×/th | Rp61.870 †/kg |
| Komoditas | Harga/kg |
|---|---|
| Cabai rawit2×/th | Rp35.000 */kg |
| Tomat2×/th | Rp9.000 */kg |
| Terong2×/th | Rp7.000 */kg |
| Kangkung darat6×/th | Rp5.000 */kg |
| Bayam6×/th | Rp6.500 */kg |
| Sawi/pakcoy5×/th | Rp8.000 */kg |
| Kacang panjang2×/th | Rp7.500 */kg |
| Jahe merah1×/th | Rp23.000 */kg |
| Kencur1×/th | Rp22.000 */kg |
| Kunyit1×/th | Rp8.000 */kg |
| Cabai merah2×/th | Rp30.000 */kg |
| Daun bawang3×/th | Rp8.500 */kg |
| Jenis (siklus) | Harga asumsi |
|---|---|
| Balsa — kayu ringan4 th | Rp900.000 */m³ |
| Sengon / albasia6 th | Rp850.000 */m³ |
| Jabon putih6 th | Rp850.000 */m³ |
| Gmelina / jati putih8 th | Rp800.000 */m³ |
| Akasia mangium8 th | Rp650.000 */m³ |
| Eukaliptus pellita6 th | Rp600.000 */m³ |
| Akasia auriculiformis8 th | Rp600.000 */m³ |
| Kaliandra — kayu energi2 th | Rp550.000 */ton |
| Gamal — kayu energi3 th | Rp500.000 */ton |
| Lamtoro — kayu energi3 th | Rp500.000 */ton |
Tahapan yang sederhana, terukur, dan terbuka untuk perusahaan serta institusi yang ingin mengembangkan usaha bersama desa.
Pilih wilayah, sumber daya, dan peluang usaha.
Periksa data, risiko, dan kebutuhan penanganan.
Tetapkan peran, ruang lingkup, dan ukuran hasil.
Jalankan program dan ukur capaian bersama.
Ceritakan kebutuhan perusahaan Anda. Tim kemitraan dapat menindaklanjuti diskusi mengenai lahan, teknologi, air, atau tenaga produktif desa berdasarkan kajian kesesuaian.